Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.

Other Posts
Kalau Tak Cinta Maka Tak Sayang
Honda Tiger Owners Club

Pemerintah dan Pornografi

Posted by gde on April 26th, 2008

Saat ini pemerintah sedang berkutat dengan permasalahan sensor pada internet sehingga pornografi dapat ditekan peredarannya di dunia maya Indonesia dengan harapan anak-anak Indonesia dapat terbebas dari pornografi. Menurut pandangan saya (dengan mengabaikan dari sifat pemerintah kita yaitu suka kebakaran jenggot karena adanya sebuah permasalahan atau kebutuhan akan proyek belaka) hal ini sangat baik dilakukan karena akan memberikan dampak positif pada calon penerus bangsa, sehingga bangsa memiliki penerus yang lebih baik.

Namun, dari sistem yang dilakukan apakah benar-benar akan dapat menyentuh akar permasalahan yang ingin diselesaikan oleh pemerintah? dan pernahkan pemerintah memikirkan dampak-dampak yang akan diakibatkan oleh sistem dan teknologi yang dilakukan.

Seperti misalnya:

  • melakukan pemfilteran pada sisi ISP, dimana ISP ini merupakan gerbang utama daripada data-data yang keluar dan masuk kedunia maya. Kita ketahui internet Indonesia sangat lambat walaupun sedang tidak dilakukan pemfilteran, bagaimana jadinya jika dilakukan pemfilteran secara besar-besaran dan akan lebih berat lagi pada tahun-tahun kedepan karena jumlah situs yang akan difilter akan bertambah terus.
  • bagaimana dengan konten yang sebenarnya tidak mengandung pornografi, namun mengandung keyword yang berbau pornografi (misalnya sex) dan sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang sedang mengambil pendidikan kedokteran dimana pada akhirnya mereka kehilangan referensi yang dibutuhkan.
  • pepatah mengatakan “Banyak jalan menuju roma” jika seseorang memiliki kemauan, sehingga langkah pemfilteran tersebut akan menjadi tidak ada artinya karena orang akan mampu melaluinya tanpa ada permasalahan.

Jika kita pikirkan, dari mana saja sumber pornografi tersebut? apakah dari dunia maya saja? atau masih terdapat sumber lainnya? siapa dan bagaimana pornografi tersebut dibuat?

Jika kita jawab satu persatu maka akan menimbulkan kebutuhan akan langkah-langkah lain yang harus diambil oleh pemerintah kita, seperti misalnya pembrendelan majalah-majalah yang berbau pornografi (misalnya, nasional geografi yang menampilkan orang irian jaya/suku-suku pedalaman yang belum menggunakan busana modern), memfilter rumah-rumah/hotel-hotel/menutup seluruh perusahaan yang memungkinkan terciptanya pembuatan film pornografi, menghilangkan kebudayaan-kebudayaan tertentu karena bersifat pornografi, pelarangan masuknya kamera/handphone yang memiliki kamera/handycam sehingga tidak akan terciptanya film/gambar pornografi, melarang beredarnya media penanyang pornografi seperti dvd, vcd ataupun komputer.

Jika langkah ini di ambil maka negara kita akan mengalami kemunduran yang sangat jauh, dengan kata lain kejaman orang telah menggunakan pakaian namun belum terdapat teknologi baru, karena jaman dahulu orang lebih vulgar dari sekarang karena jaman dahulu orang-orang tidak menggunakan pakaian (pornografi total).

Menurut pertimbangan saya, akar permasalahan yang ada bukan diakibatkan karena teknologi yang sedang berkembang, namun, sifat dasar dari orang asia untuk mentabukan sesuatu sehingga tidak akan pernah terjadi komunikasi dibidang yang ditabukan sehingga seseorang tersebut akan menganggap sesuatu yang baru mereka ketahui akan menjadi sangat menarik. Sama halnya dengan hewan yang selalu ditaruh didalam kerangkeng selama bertahun-tahun, dan jika suatu saat hewan tersebut dilepaskan, maka hewan tersebut akan mejadi sangat liar sesuai dengan keinginan mereka yang telah terpendam selama didalam kerangkeng dan hal ini terjadi juga pada manusia. Semakin dilarang seseorang akan semakin besar keingin tahuan mereka dan semakin liar tingkah lakunya.

Oleh karena itu, solusi yang terbaik adalah para orang tua mulai mengkomunikasikan sesuatu yang ditabukan pada anak-anaknya sejak dini, sehingga anak tersebut akan lebih terbuka terhadap orang tuanya didalam berkomunikasi sehingga para orang tua akan lebih dapat memberikan anjuran-anjuran kepada anak-anaknya sehingga tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif.

Pengenalan informasi tentang sex (sex education) dapat dilakukan disekolah-sekolah sehingga seseorang secara psikologi tidak menganggap sebuah sex menjadi hal baru yang harus didalami.

Ini merupakan pandangan yang saya miliki, alami dan lakukan kepada anak-anak saya sehingga mereka dapat menjaga diri dikemudian hari tanpa bantuan orang lain.

Pesan: Mengkomunikasi segala sesuatu merupakan hal yang sangat penting agar tidak terjadi komunikasi yang salah.



Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!