Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.

Other Posts
Globalisasi dan Tantangannya
Sabung Ayam dan Pendapatan Daerah

Freeware dan Pendidikan Gratis

Posted by gde on March 28th, 2008

Jika kita perhatikan, sangat banyak terdapat produk-produk gratis bertebaran diinternet yang berbentuk menjadi sebuah software atau yang sering disebut dengan Freeware. Dimana produk tersebut dibuat oleh orang-orang yang memiliki waktu luang yang lebih untuk membuat produk tersebut. Disamping itu, sipembuat produk tersebut tidak mementingkan pendapatan dari produk yang dibuat untuk jangka waktu tertentu atau selamanya.

Adakalanya, seorang pembuat software gratis, membuat software untuk mencapai sebuah tujuan yaitu ingin dikenal, ingin membantu orang lain, untuk memperkenalkan produk terlebih dahulu agar dicoba dimana nantinya produk tersebut akan memiliki harga jual setelah dikenal. Namun, ada juga yang memiliki tujuan negatif dengan menambahkan kode-kode tertentu sehingga software yang dibuat dapat bertingkah menjadi jaringan bot, spammer atau pencurian data pelanggan sehingga sipembuat program tersebut secara tidak langsung mendapat keuntungan dari menjual jasa dari hasil kenerja software mereka.

Bagaimana dengan pendidikan gratis? apakah mungkin bisa dicapai? maka akan menghasilkan 2 jawaban yaitu ya dan tidak dimana terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

  1. Pendidikkan tersebut murni ditanggung oleh negara. Mungkin jika kita melakukan kalkulasi secara kasar yaitu, jumlah murid sekolah yang ada di Indonesia keseluruhannya berjumlah 30 jt orang dan biaya yang ditanggung negara yaitu Rp. 25,000/orang/bulan. Maka dapat dilakukan perhitungan yaitu 30jt x 25,000 x 12 dan bisa dibayangkan berapa besar dana yang harus disiapkan oleh negara untuk setiap tahunnya? bagaimana dengan dana yang lainnya seperti misalnya uang buku, kegiatan, dll?
  2. Dengan bantuan pendanaan melalui sponsorship dari perusahaan-perusahaan. Namun saya yakin tidak seluruh perusahaan yang ada akan mampu mendanai pendidikkan dari seluruh murid yang ada. Apalagi didukung oleh kondisi perekonomian saat ini.
  3. Guru yang mengajar merupakan guru yang bersedia mengajar secara gratis, sehingga dana pendidikkan dapat ditekan serendah mungkin dan hanya difokuskan kepada fasilitas-fasiltas yang ada. Apakah hal ini mungkin? bisa dikatakan ya, jika guru tersebut telah memiliki pekerjaan utama dan mengajar merupakan sebuah hobby. Apakah pernah terjadi? bisa dikatakan ya, karena saya pernah memiliki seorang dosen yang datang kekampus menaiki mobil Mercy sport 6000cc terbaru, memiliki perusahaan besar, dan mengajar sebagai hobby. Itu merupakan satu-satunya dosen yang pernah saya kenal bekerja sebagai dosen karena didorong rasa hobby bukan sebagai sumber pendapatan. Bagaimana di Indonesia?

Dengan melakukan konsep tersebut diatas, kemungkinan besar dapat menekan beberapa kerugian dari sebuah teori pendidikkan gratis yang dipaksakan, seperti misalnya kehilangan mutu dari sebuah pendidikkan, menghargai sebuah pendidikkan (kebanyakan orang kurang dapat menghargai sebuah produk yang didapat bukan dari hasil keringat sendiri).

Mungkin dari alasan-alasan tersebut, membuat saya berpikir, mungkin negara tidak perlu menyediakan pendidikkan gratis atau masyarakat menuntut pendidikkan gratis. Jika negara dapat membuka lapang pekerjaan yang cukup dengan mempermudah mekanisme sistem pembangunan usaha bagi para investor, sehingga pengguran dapat ditekan dan masyarakat secara otomatis dapat menyekolahkan anak-anak mereka.

Ini hanyalah sebuah pandangan dan pengalaman yang pernah saya dapat …

Pesan: Kerukunan adalah sesuatu yang saya diidam-idamkan, kebersamaan adalah sesuatu yang saya ingin, kemajuan adalah sesuatu yang saya tuju.



Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

setuju banget tuh, sekedar info & share, klw ada rekan2 yang mau download lebih banyak lagi software freeware alias gratis coba cari di sini. viva Frewaree!