Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.

Other Posts
Sabung Ayam dan Pendapatan Daerah
Sistem Operasi Yang Paling Banyak Dipakai

Effektifkah Pendidikan Gratis untuk Kemajuan Bangsa?

Posted by gde on January 14th, 2008

Pada saat ini ketersediaan akan pendidikan gratis masih diharapkan oleh masyarakat luas, terutama dari golongan ekonomi bawah. Permintaan tersebut sampai mengakibatkan terjadinya demo yang cukup besar yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa dari universitas ternama, LSM yang menyatakan peduli akan pendidikan anak-anak Indonesia.

Pada dunia politikpun, banyak yang mengangkat isu tentang pendidikan ini sebagai bahan utama agar mereka dapat terpilih didalam pemilihan yang diadakan. Selain digunakan untuk politik, isu tersebut dapat digunakan pula sebagai mediator untuk menjadi orang yang terkenal. Hal ini memang sangat effektif karena dapat dibuktikan bahwa ada pula pemimpin-pemimpin daerah yang terpilih dari effek isu pendidikan gratis tersebut.

Namun, pada kenyataan dilapangan, beberapa pemimpin yang mengangkat isu tersebut tidak mampu memenuhi apa yang telah dijanjikan pada saat terjadinya pemilihan, sehingga pemimpin tersebut pada akhirnya menuai demo. Hal ini sepertinya sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh pemimpin tersebut, kemungkinan hal tersebut terjadi karena keterbatasan anggaran yang tersedia, dimana kita megetahui permasalahan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Jika dilihat dari permasalahan ekonomi selama ini, mungkinkah akan terjadi pendidikan gratis di Indonesia? dan jika mungkin terjadi, effektifkah pendidikan tersebut untuk tujuan memajukan bangsa?

pada kondisi perekonomian yang Indonesia yang benar-benar ketat, akan membuat segala sesuatu sangat sulit tercapai tanpa harus terjadi pengorbanan yang lainnya. Pada contoh saat ini, dimana banyak sekolah-sekolah negeri yang tidak terawat dan memiliki kondisi yang sangat memperihatinkan, sehingga anggaran untuk perbaikan saja tidak mencukupi apalagi membiayai seluruh anak-anak yang ada di Indonesia.

Dari permasalahan yang ada, langkah-langkah yang mungkin diambil oleh pemerintah untuk memenuhi permintaan akan sekolah gratis maka harus dilakukan penggurangan biaya-biaya dari sektor lain, misalnya:

  1. Menggurangi anggaran untuk pembangunan.
  2. Pemotong gaji dari guru pengajar dan disesuaikan dengan anggaran yang ada.

Dan jika hal ini dilakukan maka akan terjadi kemunduran didalam pembangunan, karena biaya yang ada difokuskan untuk pendidikan yang ada. Disamping masalah dengan pembangunan, maka akan terjadi penurunan kualitas pada dunia pendidikan, karena banyak guru-guru yang mendapatkan gaji lebih kecil daripada sebelumnya akan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka, sehingga akan berusaha mendapatkan dana pengganti dengan memberikan les tambahan diluar kelas. Untuk memasti anak didik mereka bersedia menggikuti les tambahan dapat dilakukan dengan cara menggurangi kualitas pendidikan didalam kelas resmi dan atau memberikan nilai tambahan pada nilai disekolah jika mereka menggikuti les tersebut (dari penggalaman saudara yang menyekolahkan anaknya pada sekolah bersubsidi). Sehingga jika dihitung secara kasar, maka dampak kerugian yang dihasilkan lebih banyak yaitu kemunduran pembangunan, penurunan kualitas pendidikan dan biaya pendidikan akan tetap dibayar dengan menggikuti les. Kerugian yang paling tinggi adalah rasa memiliki, yaitu jika sesuatu yang mereka dapatkan secara gratis, pada kebanyakan orang tersebut akan kurang menghargainya dibandingkan dibayar dengan biaya tertentu.

Jika dibandingkan dengan dengan negara maju yang ada, hanya sebagian besar dari negara-negara tersebut memberikan pendidikan gratis kepada seluruh warga negara mereka, hanya kepada orang yang benar-benar kurang mampu yang bisa mendapatkan pendidikan gratis secara penuh.

Menurut pandangan saya, alangkah baiknya jika pendidikan gratis hanya diberikan kepada murid-murid yang benar-benar kurang mampu, yaitu dengan cara meload balance pembiayaan antara murid yang mampu dengan murid yang kurang mampu (konsep yang telah dilakukan oleh salah satu sekolah sma swasta yang cukup terkenal di Jakarta sehingga sepupu saya masih bisa bersekolah setelah orang tuanya meninggal dunia). Dari konsep ini maka seluruh murid yang ada dapat menikmati pendidikan yang bermutu dan tidak ada yang dirugikan.

Demikian unek-unek saya, dan berharap anak-anak bangsa bisa mendapatkan pendidikan yang bermutu, sehingga dapat menjadi anak yang lebih berarti dikemudian hari untuk memajukan bangsa.



Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

jadi permasalahan emang terletak kepada proses dan pengelolaan program. Program udah bagus cuman sayang yg mengelola ‘kurang cerdas’ sehingga program pendidikan gratis tidak bisa berjalan seratus persen.

Wah thanks banget om Adi respond di blog, sorry lama dah ngak ol nih, kalau menurut aku kita ngak usah dapat pendidikan gratis, yang penting orang tua punya pekerjaan yang layak dan anaknya secara otomatis bisa bersekolah. Kalau serba gratis nantinya negara yang menanggung beban seluruhnya, karena orang-orang ngak perlu mikir kerja buat sekolah anaknya, akhirnya tampil lagi dana buat orang miskin yang ditanggung negara, dan seterusnya. Jadi never ending story bro …