Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.

Other Posts
Perjalanan singkat Ke Singapore
Menikmati Slackware 12.0

Dealer Conference di Kuala Lumpur

Posted by gde on July 30th, 2007

Pada tanggal 27 juli yang lalu, saya menghadiri dealer conference yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Perjalanan dimulai dari keberangkatan dari Denpasar menuju Surabaya dengan mengunakan Mandala Airlines. Penerbangan ini telah menerapkan sistem Paper Less, jadi tiket yang biasanya berbentuk buku telah digantikan dengan mengunakan selembar kertas. Pada tiket tersebut, tertera waktu keberangkatan yaitu menunjukan pukul 8 pagi.

Namun, setelah melakukan check in dan masuk kedalam ruang tunggu, terdengar pemberitahuan bahwa akan terjadi keterlambatan penerbangan selama 45 menit. Saya merasakan bahwa inilah kebiasaan daripada penerbangan didalam negeri kita yaitu rajin mendelay anda. Padahal, menurut pengalaman, jika anda ingin melakukan perjalanan dan tidak berkeinginan di delay, pilihlah penerbangan yang pertama. Namun, nasihat ini tidak berlaku terhadap penerbangan yang saya naiki saat itu. Setelah mencari tahu, ternyata keterlambatan yang terjadi saat itu diakibatkan oleh datangnya tamu istimewa, yang sering di sebut VVIP.

Setelah selesainya upacara penyambutan tamu VVIP, akhirnya seluruh penerbangan berjalan seperti jadwal baru yang telah ditentukan. Dimana pesawat yang saya naiki berangkat pada pukul 9 menuju bandara Juanda, Surabaya.

Setiba dibandara Juanda, saya dan teman-teman yang berangkat untuk Dealer Conference tersebut, langsung menuju ke terminal Internasional Juanda. Kondisi bandara tersebut saat ini bisa dikatakan modern, dimana seluruh tempat berkondisi bersih, baru dan tertata rapi, dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun yang lalu. Jarak antara terminal domestik dan internasional tidak terlalu jauh, dan berada didalam satu lorong.

Sesampainya diterminal internasional, EO untuk Dealer Conference tersebut telah menunggu disana, lengkap dengan surat-surat yang dibutuhkan untuk menuju ruang tunggu keberangkatan. Pada saat berada didaerah Imigrasi, salah satu dari group menerima telp,  dimana telah terpampang papan pengumuman untuk dilarang mengunakan telphone genggam, sehingga anggota tour tersebut diperintahkan untuk mengantri ulang, untung saja pada saat itu hanya sedikit orang yang memasukin ruang imigrasi.

Setelah semua kelompok memasuki ruangan tunggu, sekitar pukul 11 pesawat diberangkatkan, dan semua orang menuju ruangan tunggu. Biasanya, saya selalu memasukkan bagasi untuk barang-barang yang dilarang masuk keruang kabin, dimana saat itu saya membawa tas cosmetik (bukan untuk kecantikan ya hehehe …) yang berisikan sampoo, sisir, alat potong kumis, dll. Dimana didalam tas cosmetik tersebut tersimpan sabun cair yang berukuran 125 ml, dan maksimal ukuran yang boleh dibawa hanya 100 ml, sehingga sabun tersebut harus disita (sadis ya, sapai menyita sabun cair, padahal tuh sabun dah hampir kosong alias tidak berisi 125 ml lagi).

Setelah semua beres, akhirnya kami memasuki ruangan pesawat, dan ternyata pesawat murah yang saya tumpangi memiliki fasilitas yang sangat bagus (topik ini mungkin diceritakan di bagian lainnya aja ya) sehingga kami merasa aman dan nyaman. Any way .. akhirnya pesawat meluncur menuju KL ….

Setiba di bandara International Kuala Lumpur, kami menuju pusat kota dengan mengunakan Van, dan perjalanan ditempuh selama 1 jam dengan kondisi jalan bebas hambatan dengan kecepatan 100 km/jam (bisa dibayangkan jarak antara bandara dengan dengan pusat kota, dan bagaimana kalau lokasi bandara berada dengan jarak yang sama ditambah dengan kemacetan kota jakarta?? kira-kira kita membutuhkan berapa jam untuk sampai dibandara??) any way, selama perjalanan kami melihat disepanjang jalan terdapat perkebunan kelapa sawit dan perkebunan tersebut dimiliki oleh perusahaan swasta. Disamping itu juga, yang menarik perhatian saya adalah pusat pemerintahan dimana, semuanya tertata rapi dan berada pada satu daerah, sehingga orang yang berkeinginan untuk mengurus surat-surat apa saja tinggal datang kedaerah tersebut, hal ini sangat berbeda dengan Indonesia, dimana pusat pemerintahan tersebar secara merata di beberapa tempat, sehingga pengurusan segala surat menyurat membutuhkan waktu berhari-hari karena dibendung oleh kemacetan.

Setiba saya dipusat kota KL, dan menuju hotel tempat menginap, ternyata KL memiliki kepadatan yang cukup tinggi, namun, tidak terlihat kemacetan yang tinggi, hal ini mungkin disebabkan oleh kesadaran dan ketertiban oleh setiap pengendara yang ada. Singkat cerita, kami melakukan check in dan pendaftaran untuk persiapan pembukaan Dealer Conference yang dilakukan pada sore hari tersebut, dimana akan dilakukan mulai pukul 6 sore. Pada saat itu, waktu masih menunjukan pukul 4 sore, sehingga kami memiliki waktu sekitar 2 jam sebelum acara dimulai. Kami semua bergegas menuju kamar masing-masing untuk menyimpan barang bawaan dan langsung berkumpul untuk pengenalan kawasan sekitarnya dan mencari tempat pendaftaran no telp yang kami beli didalam pesawat udara. Pendaftaran no telp tersebut wajib kami lakukan di counter dari perusahaan telp tersebut, dimana cara pendaftaran tidak semudah di Indonesia butuh paspor atau ktp untuk warga (kalau dinegara kita pendaftaran telp tersebut hanya sebatas formalitas sehingga register pakai KTP orang lain juga ngak bakalan ada yang tahu … benar-benar bug sebuah sistem)

Ok then … gue lanjut saja … setelah kembali dari berkeliling, dan pukul 6 tepat acara dari Dealer Conference dimulai, dan semua berjalan hingga malam hari, sehingga waktu 2 hari dihabiskan untuk menghadiri Dealer Conference tersebut (apa saja yang terjadi didalam Dealer Conference tersebut saya tidak ceritakan karena hanya sebatas kepentingan perusahaan saja). Jadi cerita saya lanjutkan ke hari terakhir yaitu tanggal 29 Juli, dimana waktu tersebut merupakan waktu bebas, dan kebetulan pesawat kami bertolak ke Indonesia pukul 4 sore, dan berangkat dari hotel sekitar pukul 1 siang. Jadi, masih ada kesempatan untuk menikmati dan melakukan shopping sekedarnya.

Mall yang ada disana rata-rata buka pukul 10 pagi, sehingga kami pergi sarapan dan langsung menuju pusat pembelanjaan. Agar pernah menggunakan public transportasi disana, saya mencoba pergi kebeberapa tempat dan ternyata Kuala Lumpur telah memiliki fasilitas yang cukup bagus, dimana telah mengunakan Monorel transportasi, Subway, bus yang terjadwal. Seolah-olah seperti di Singapore. Pembelian dan alat pembayarannya pun menyerupai Singapore dimana kita dapat membeli tiket dengan mengunakan vending mesin, dan yang terbaru yaitu pembayaran dengan mengunakan fasilitas RFID (ada di blog saya) dimana kartu pembayaran ini dinamakan Touch’n Go. Jadi segala sesuatu menjadi mudah.

Setelah selesai berkeliling, waktu telah menunjukan pukul 12:45 akhirnya kami tergesa-gesa kembali ke hotel untuk diberangkatkan kembali ke Indonesia. Ini merupakan masa yang cukup menyenangkan, karena akhirnya saya pernah melihat kota Kuala Lumpur sebagian besar dibandingkan perjalanan yang pernah saya lakukan sebelumnya.

Setelah cerita saya ini, mungkin saya akan mencoba menceritakan perjalanan-perjalanan yang pernah saya lakukan ke negara-negara lain dan suka maupun duka yang ada, sehingga pembaca yang berkeinginan untuk melakukan perjalanan ketempat yang pernah saya ceritakan akan dapat berhati-hati atau mengunjungi daerah yang saya anggap menarik. Cyaooo …



Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!