Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.

Other Posts
Free E-Mail goes Unlimited
Harga dan Mutu Pendidikan

Peningkatan Mutu Pendidikan dengan Interaksi 2 Arah

Posted by gde on June 28th, 2007

Pendidikan di Indonesia pada kebanyakan dilakukan yaitu dengan sistem tutorial atau bisa disebut dengan sistem pendidikkan satu arah. Dimana pada kebanyakan guru-guru yang ada memberikan informasi mengenai mata pelajaran yang ingin disampaikan oleh guru tersebut yang disesuaikan dengan kurikulum yang ada dan pada saat yang bersamaan para murid akan mendengarkan apa yang diceritakan oleh guru tersebut.

Namun, pendidikan dengan mengunakan sistem ini bisa dikatakan sangat kurang effisien. Jika dilihat dari hasil research dari para ahli yaitu jika seseorang hanya mendengarkan atau melihat sesuatu maka orang tersebut akan menyerap kurang dari 40% akan informasi yang didapat, namun jika orang tersebut melihat, mendengar dan melaksanakan tentang informasi yang didapat maka orang tersebut akan dapat menyerap informasi tersebut mencapai titik 90%.

Teori tersebut bisa dikatakan cukup masuk akal, karena manusia akan lebih cepat memahami sesuatu jika manusia tersebut mengalami sesuatu secara langsung pada dirinya, dari pada mendapatkan pengalaman dari hasil cerita orang lain.

Secara personal, saya pernah memiliki seorang dosen fisika yang sangat unik, dimana dosen tersebut memilih menjadi seorang dosen bukan karena kebutuhan akan biaya hidup. Dosen tersebut memilih menjadi seorang dosen karena sebuah hobby akan mengajar. Pada saat mengajarpun bisa dikatakan cukup unik, dimana para mahasiswa diberikan pilihan yaitu belajar fisika berdasarkan implementasi pada keseharian atau berdasarkan apa yang terdapat didalam buku.

Pada waktu tersebut, hampir seluruh mahasiswa memilih belajar fisika berdasarkan implementasi pada keseharian. Untuk mempelajari hal ini, mahasiswa diajak berinteraksi dimana mengimplementasikan ilmu fisika berasaskan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan, sambil dihitung dan dikaitkan dengan ilmu-ilmu fisika yang ada. Dari hasil interaksi tersebut, saya lihat banyak teman-teman termasuk diri saya sendiri yang sangat membenci fisika menjadi sangat menarik dan cepat memahami tentang fisika yang diajarkan.

Hal lain yang memberikan nuansa unik dari dosen tersebut adalah didalam memberikan sebuah penilai, dimana menurut pandangan beliau, manusia tidak ada yang bodoh, namun kebanyakan orang tersebut malas untuk melakukan segala sesuatu, sehingga beliau memiliki pendangan penilaian yaitu didalam pendidikan mahasiswa hanya perlu memiliki nilai A, B, dan E. Mahasiswa akan mendapatkan nilai

  • E jika mereka sangat malas dan tidak mau melakukan apa saja terhadap mata kuliah yang diambil.
  • B jika mereka mau mempelajari dan mengetahui tetang mata kuliah yang diambil.
  • A jika mereka mampu mengimplementasikan mata kuliah yang diambil.

Hal lain yang ia lakukan pada ujian akhir semester adalah ujian yang sangat sederhana, dimana para mahasiswa diminta mengambil salah satu topik fisik yang menarik minat masing-masing, untuk dipelajari lebih mendalam, dan nantinya akan dipresentasikan kepada seluruh teman kuliah mereka. Mahasiswa tersebut diberikan kesempatan untuk membuat alat peraga dimana biaya pembuatan alat peraga ditanggung oleh dosen tersebut.

Ini merupakan salah satu contoh dari interaksi 2 arah yang seharusnya di implementasikan pada dunia pendidikan di Indonesia, karena dengan adanya interaksi 2 arah maka akan lebih cepat terjadinya pemahaman akan sebuah ilmu oleh para pembelajarnya.



Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!