Information and Links
Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.
Biodiesel Sebuah Solusi atau Masalah?
Pada saat ini banyak orang yang mengebar gemborkan pengunaan biodiesel sebagai sumber bahan bakar alternatif untuk menyelamatkan lingkungan. Banyak pula orang menganggap bahwa biodiesel dapat menjadi bahan alternatif yang murah, karena sumber bahan bakar yang digunakan adalah minyak goreng bekas pakai dari rumah makan atau rumah tangga.
Disamping itu, banyak pula orang yang mencari alternatif minyak olahan sebagai bahan bakar biodiesel yang dibuat dari pohon jarak dan pohon kelapa. Dan jenis bahan bakar biodiesel ini dapat 100% secara langsung digunakan pada mesin tanpa harus mengunakan solar sebagai bahan bakar awal pada saat mulai menghidupkan dan bahan bakar akhir sebelum mematikan kendaraan untuk membersihkan block mesin dari residu yang ada layaknya yang terjadi pada sistem biodiesel dengan mengunakan minyak goreng bekas.
Secara teori dan hasil lab buangan gas (pengujian pada masa ini) dari kendaraan yang mengunakan bahan bakar biodiesel menghasilkan nilai yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan mengunakan bahan bakar mineral yang selama ini dipakai. Disamping itu juga, kelanjutan akan kesediaan bahan bakar ini dapat dipertahankan, karena bahan bakar tersebut berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dapat meregenerasi dirinya.
Namun, dari kelebihan-kelebihan yang ada, akan dapat menimbulkan permasalahan yang baru, yaitu kebutuhan akan lahan yang dapat ditanami tumbuhan penghasil bahan bakar biodiesel. Secara tidak langsung, akan terjadi pembabatan hutan secara besar-besaran untuk ditanami tumbuh-tumbuhan penghasil biodiesel, sehingga akan meningkatkan pemanasan global seiring dengan pertambahan pengunaan bahan bakar tersebut. Memang secara teori dari lahan penanaman pohon penghasil biodiesel akan membentuk sebuah hutan kecil, namun hutan kecil tersebut akan tidak seefektif hutan lindung yang ada, karena tidak terjadinya keseimbangan ekosistem didalamnya.
Dari segi biaya, pada negara-negara besar yang masih mengimport bahan bakar mineral, sehingga harga dari bahan bakar tersebut sangat tinggi, sehingga perbedaan daripada harga bahan bakar biodiesel tidak berbeda jauh walaupun bahan bakar biodiesel lebih mahal. Bagaimana dengan negara-negara penghasil bahan bakar mineral, dimana harga bahan bakar dinegara tersebut sangat murah dibandingkan minyak goreng yang mereka beli pada sebuah supermarket, maka bahan bakar biodiesel akan menjadi sangat mahal pada negara tersebut.
Sehingga biodiesel dapat menjadi sebuah solusi ataukah sebuah masalah baru? kita harus mencobanya terlebih dahulu untuk mengetahui sebuah hasil dari permasalahan. Alangkah lebih efektif jika kita lebih berhemat didalam pengunaan sebuah bahan bakar sehingga kebutuhan akan bahan bakar dapat dikurangi dan pencemaran lingkungan dapat ditingkatkan sehingga pemanasan global dapat dikurangi.


